SEBAGIAN BAB DARI BUKU KEHIDUPAN.......

Muhammad's posts with tag: kota

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag kota
Photo AlbumDua Gaya Gudheg dan Cak Koting (18 photos)Jun 8, '08 12:57 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Siapa sesungguhnya yang mengaransemen Gudheg sehingga tercipta kombinasi sayur gudheg (nangka muda), opor ayam kampung, pindang telur bebek dan cecek kulit sapi ini? Mungkin belum pernah ada penelitian bahkan kalau diteliti, orang Yogya sendiri bingung, ”Lhaa itu warisan jadi dari mbah buyut saya dulu, lhoo mas...”

Nah, hari Selasa kemarin, saya diajak ke Widjilan untuk mencoba gudhegnya Bu Lies. Dari deretan warung gudheg, warung gudheg Bu Lies ini termasuk paling ramai.
Didalamnya enak. Ada lesehan, ada meja besar yang menampung 6 – 8 orang, ada radio kuno Grundig ada quote sumeleh juga yang dibingkai dan dipasang di dinding. Pokoknya lengkap

Ketika pesanan saya datang dan saya cicipi...wuih tendangan rasa manisnya memang dominan. Manis gurih....
Kalau ndak manis khan yaa bukan gudheg, tho?

Tapi ada juga gudheg yang nggak manis. Lokasinya disebelah Bioskop Permata di Jalan Gajah Mada. Bukanya jam 21.00 theng. Waktu saya sampai, sekitar pk. 21.30, tempat makan yang ngemper di depan toko dan pinggir gang sudah penuh sesak.
Setelah menunggu agak lama akhirnya keluar juga gudhegnya lengkap dengan assesories opor ayam, telur bebek pindang dan cecek kulit.
Rasanya? Memang kadar manisnya kurang dibanding gudheg Widjilan....

Bosan gudheg dan kepingin alternatif lain? Wah, buanyak sekali di Yogya. Tapi kalau kepingin menu burung dara ( goreng atau bakar ) atau bebek ( goreng atau bakar) khas Jawa Timur, monggo jalan – jalan ke warung makan Cak Koting & Bu Meti di depan Bioskop Mataram di Jalan Dr. Sutomo.
Warung makan Cak Koting & Bu Meti ini terkenal burung daranya. Ditambah lalapan dan sambal jeruk yang mantap pedasnya, wuaduuh.......mak nyus tenan...
Tapi selain burung dara, silahkan dicoba bebek gorengnya. Empuk, tebal dagingnya dan ditambah sambal terong yang juga puedas......

Wis pokoknya yang sedang diet akan runtuh imannya, hihihi.....


Photo AlbumMIROTA... (20 photos)Jun 8, '08 12:47 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Menyempatkan diri mampir ke Mirota setelah 'hiking' di Malioboro.
Setelah 'nuwun sewu' ke pak Satpam dan ibu - ibu yang jaga, mulailah berburu barang aneh - aneh.....

Tentang Mirota, saya kutipkan dari : http://paketrupiah.com/artikel/cari_suvenir_di_malioboro_coba_ke_mirota_batik.php

Jika anda menginginkan pengalaman unik berbelanja barang-barang khas jogja ditempat yang beraroma jogja dan dilayani oleh keramahan orang-orang yang berbusana khas jogja, cobalah datangi toko suvenir Mirota Batik. Terletak di sisi utara Pasar Beringharjo, temboknya yang bercat oranye kecoklatan pastilah mudah ditemui. Dengan rentang harga barang antara Rp10.000,00-50.000,00 untuk berbagai hiasan dinding, gantungan pintu, dan banyak kerajinan lain dan harga mulai Rp200.000,00 untuk barang-barang antik, keris, dan wayang, Mirota Batik bisa menjadi alternatif yang menawarkan kenyamanan anda dalam memilih suvenir yang paling anda inginkan dari kota Yogyakarta

Sebagai salah satu pusat suvenir dan oleh-oleh di sepanjang Malioboro, Mirota Batik telah mendapatkan tempat tersendiri di hati para turis manca maupun domestik. Toko yang dulu terletak di dekat jam gede seberang pasar Beringharjo ini menyediakan berbagai produk kerajinan gaya jogja. Mirota Batik juga menyediakan tempat bagi karya-karya kerajinan, walaupun tidak bergaya jogja, buatan masyarakat jogja. Anda pernah melihat miniatur gitar, baik elektrik maupun akustik, yang dipajang di sepanjang trotoar Malioboro? Atau miniatur "pit onthel"� (sepeda kumbang) berbahan baku besi dan aluminium? Atau mungkin miniatur becak, motor besar, atau bemo yang terbuat dari kayu? Semuanya bisa anda nikmati dan anda seleksi sekaligus di Mirota Batik.

Terletak diantara Maliboro mall dan pasar Beringharjo, bangunan dua lantai yang digunakan untuk mengganti bangunan sebelumnya yang rusak akibat peristiwa kebakaran tahun 2004 cukup mengakomodasi seluruh barang kerajinan yang ingin ditampilkan. Ditata secara artistik, semua barang yang ada dengan mudah dapat diamati detilnya oleh para calon pembeli. Di lantai bawah, pengunjung dapat mengamati berbagai kerajinan yang terbuat dari kain dan kayu. Surjan (pakaian tradisional Jawa Tengah), Kain batik, dan bunga kering dapat ditemui di lantai bawah.

Di lantai atas, barang kerajinan yang berukuran lebih kecil seperti kerajinan perak dan berbagai kerajinan miniatur tertata rapi di lemari etalase. Juga tersedia di lantai atas beberapa jenis keris, topeng kayu, kap lampu, wewangian bakar, batik, caping, hiasan bambu, patung loro blonyo, wayang-wayangan, kipas anyaman, jamu-jamu, orang membuat batik dengan canting dan malam, andong, seperangkat gong dan gamelan, boneka pasukan pengawal keraton, hingga barang-barang elektronik antik yang masih bisa difungsikan seperti radio tua, mesin ketik, kipas angin, dan sebagainya.

Photo AlbumMalioboro...... (12 photos)Jun 8, '08 12:29 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Malioboro, sepenggal jalan yang membentang antara Tugu – Kraton, selalu ramai. Jalan legendaris ini yang menjadi saksi kirab – dalem Sri Sultan dengan kereta kencana Kiai Garuda Yeksa, iring-iringan kanjeng tuan gubernur Hindia – Belanda pada saat pemerintahan kolonial dulu, prosesi Kiai Tunggul – Wulung dan pada saat revolusi menjadi saksi iring – iringan mobil butut yang membawa para pemimpin yang duduk dengan kepala tegak dan pekik ’MERDEKA’ membahana....

Malam itu saya disana, mencoba menghirup gambaran sejarah puluhan bahkan mungkin ratusan tahun yang lalu, sambil umpel-umpelan uyel-uyelan melewati lorong yang sempit penuh pedagang kaos dan handicraft khas Yogyakarta

Beginilah, Malioboro sekarang.......

Photo AlbumFrom Yogya with Bakpia Pathok (14 photos)Jun 8, '08 12:22 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
‘Hubungan’ saya dengan kota Yogya cukup unik justru bukan karena beberapa kali saya pernah kesana, karena itu hanya kunjungan 1- 2 hari yang cuma sekejap dan hanya sedikit menambah pengetahuan saya tentang Yogya.
‘Hubungan’ saya dengan Yogya justru terjalin intens gara – gara buku swargi (almarhum ) Pak Kayam yang bagi saya merupakan dokumentasi sosio-antropologis yang menarik tentang Yogyakarta.
Nah, kemarin itu saya ke Yogya lagi dan kok ya ndilalahnya juga cuma 2 hari……
Hari pertama, saya ‘jalan-jalan’ ke FH UGM dan nemu sepeda ijo yang mojok di bawah tangga. Gratis dipakai selama di dalam komplek UGM.
Suasana kampus, selalu menyenangkan apalagi suasananya adem……mengingatkan jaman – jaman kuliah dulu. Tapi sekarang lain, lhooo... Laptop – laptop berderet di teras kampus yang menghadap ke taman. Canggih tenan.... Jaman saya dulu, boro – boro laptop. Ngetik skripsi aja masih pakai PC 486 under DOS dengan word processor CW, hehehe....
Setelah urusan beres tibalah saat – saat makan siang. Hasil voting memutuskan cabut ke Widjilan, berburu Gudheg.....hehehe...belum ke Yogya kalau belum makan Gudheg...
Setelah memberesi ini itu kesana sini sampai malam dan kelaparan lagi, akhirnya voting (lagi) memutuskan makan di Cak Koting di depan bioskop Mataram yang terkenal itu.
Hari kedua full dengan meeting (halah) sampai sore menjelang malam. Badan sudah mau istirahat tapi segar lagi setelah ada ajakan jalan – jalan ke Malioboro a/k Mirota. ”Ayo Dab, jalan lagi....”
Ending jalan – jalan malam itu ditutup dengan acara berburu gudheg (lagi), kali ini gudheg Permata yang ngemper di sebelah Bioskop Permata.
Pagi – pagi hari Kamis ( 5 Juni 2008), akhirnya saya berpisah dengan hati berat dengan Yogya. Berangkat ke Tegal dengan bus.... Wah, ndak bisa nonton FKY, nih....

Kapan kapan, saya tekati mau ambil cuti 10 hari khusus buat jalan – jalan di Yogya.....

Tentang Tegal, sejauh ini yang saya tahu ya hanya sate yang mak nyuss, logat ngapak – ngapak dan warteg yang terkenal itu.....

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help