SEBAGIAN BAB DARI BUKU KEHIDUPAN.......

Muhammad's posts with tag: nostalgia

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag nostalgia
Blog EntryWhy Do You Love Biking So MuchMay 8, '08 6:55 AM
for everyone

Ini salah satu topik di sepedaku.com ( 153 posting dan dibaca sebanyak 3259  kali !! per hari Rabu 7 Mei 2008 ).

Kalau pertanyaan yang sama diajukan kepada saya, waah jawabannya bisa panjang karena harus flashback ke masa – masa puluhan tahun yang lalu….Naah…..

Saya ingat, dulu saya bisa sepedaan itu kelas 1 SD, perlu belajar selama 3 hari keliling lapangan bola samping rumah dan entah berapa puluh atau ratus kali jatuh untuk menguasai sepeda mini warisan kakak perempuan saya.

Hari keempat, setelah bisa jalan dengan lurus, waduuh senengnya bukan main. Langsung keliling kampung dan beberapa kali nabrak…..hehehe….yang jelas dan bekasnya tertinggal sampai sekarang, adalah waktu nabrak tembok tetangga dan dengkul saya sukses mendarat di pinggiran got…meninggalkan tanda di dengkul saya sebelah kiri….

Tapi karena seneng ya biarpun jatuh, ya tetep senyum aja, hehehe….dan itu terbawa sampai sekarang…….

Setelah itu, radius jarak jelajah saya melebar drastis sampai area puluhan km2, tapi berangkat  dan pulang sekolah masih jalan kaki, 8 km PP karena bapak ibu masih nggak tega melepas saya yang (dulu) imut itu menjelajahi jalan besar melawan kendaraan kendaraan yang lebih besar…..

Saya baru diijinkan naik sepeda sekitar kelas 5 SD, tetep dengan sepeda mini kesayangan yang sudah bulukan, tapi menginjak kelas 6 SD, sepeda saya di-upgrade menjadi sepeda jengki Phoenix  lungsuran kakak….yaa nasib si bungsu itu khan selalu menerima lungsuran thoo?

Tapi dengan si jengki itu, saya ‘n the gank mengeksplorasi sisi – sisi Banyuwangi sampai ke blusukan – blusukan yang sebelumnya tidak terbayangkan. Waktu itu, belum kenal istilah single track, offroad, on road yang penting sepedaan. Tapi hobi saya waktu itu adalah menyusuri sepanjang pantai Banyuwangi dari arah kota ke pelabuhan Ketapang bahkan sampai ke pantai Watudodol  yang jaraknya lumayan itu…..

Alhamdulillah, kelas 1 SMP, saya dapat hadiah sepeda BARU !!  Wuih mantap bener. Saya inget benar, merknya NITAKA...dan butuh waktu beberapa minggu untuk melepas si NITAKA dari sebelah tempat tidur saya, hahaha.....

Ini dalam pengertian sebenarnya, karena sejak pertama beli, sepeda itu kalau malam diparkir di dalam kamar, di sebelah tempat tidur saya, hehehe......

Sepeda balap, waktu saya SMP itu, menjadi semacam status simbol. Rasanya keren benar berangkat dan pulang naik sepeda sambil balapan melawan Raleigh, meskipun NITAKA saya itu kalau diketuk bunyinya TING – TING nyaring bener, hahaha.....but show must go on..... ekses – eksesnya terlalu panjang untuk diceritakan disini nanti malah jadi roman, hihi...

Sampai kelas 1 SMA, saya menggunakan NITAKA saya itu untuk transportasi ke sekolah, setiap Minggu juga saya bongkar sendiri untuk dibersihkan dan   di-grease  ulang. Lengkap mulai BB, hub, fork. Sampai sekarang saya heran, kenapa ya Bapak atau Ibu tidak pernah protes kalau sepeda saya itu saya bongkar habis hampir tiap minggu.....

Hobi saya mulai berubah menginjak akhir-akhir kelas 1, waktu itu masa-masa para gadis demam dengan Anita Cemerlang dan mengidamkan sang pujaan adalah seorang pendaki gunung dengan jaket kumal yang menyandang carrier di pundak.... tidak lupa membawa edelweis yang nanti akan dipersembahkan baginya.....

Mulailah saya terlibat aktif di dunia ke-Pecinta Alam – an, meskipun  waktu itu daerah eksplorasi saya & rekans hanya domestik disekitar  Pegunungan Ijen saja yang paling dekat rumah. Tapi lumayan juga, lhoo...saya pernah ikut eksplorasi dengan jalan kaki dari Banyuwangi – Ijen – Bondowoso yang lumayan juga melepuhkan telapak kaki....

Avonturir seperti itu bertahan sampai akhir kuliah, meskipun wilayah eksplorasi saya masih sebatas di Jawa Timur saja, sepedaan masih jalan meskipun itu sebatas pinjam sepeda untuk puter-puter kampus setelah suntuk menggambar di studio.....

Beberapa tahun yang lalu setelah sempat vakum dari kegiatan eksplorasi karena setelah selesai kuliah langsung sok sibuk kerja dan langsung disibukkan mengurusi ’anak orang’, mulailah terasa ada yang hilang waktu melihat ransel kesayangan, melihat foto-foto lama waktu di Semeru, tapi kalau sekarang naik gunung rasanya sudah lumayan ribet exit permitnya karena pasti akan meninggalkan orang rumah. Akhirnya.....kenapa nggak main sepeda aja? Yang jelas sehat, eksplorasi juga ada,  tambah sahabat juga dan yang pasti, kenangan waktu saya balapan dengan si Raleigh dan waktu saya jatuh ke got sampai berdarah-darah, masih jelas tergambar sampai sekarang.....

Jadi, kesimpulannya ? Why Do You Love Biking So Much ?

 


Blog EntryOh...Permen Sarsaparilla......Apr 3, '08 12:53 AM
for everyone

Minggu lalu, saya blusukan sendirian  di Jl. Gajahmada, Sidoarjo. Jalan ini terkenal sebagai pusat toko oleh-oleh makanan khas Sidoarjo dan sebagian Jawa Timur.

Misi saya yang utama adalah mencarikan pesanan orang rumah yang terobsesi dengan petis Sidoarjo yang katanya terkenal di seluruh dunia.

 

Petis? Ya, petis ! Itu adalah pasta lengket yang biasanya berwarna hitam dan ada juga yang  kecoklatan hasil fermentasi udang yang dimasak overcooked dan baunya (tentu) menggemparkan jagad kuliner internasional......

Tapi, rujak cingur tanpa petis atau tahu campur tanpa petis, adalah seperti laut tanpa garam.....dan kok ya ’kebetulannya’.....saya hobi makan rujak cingur dan campur itu......

Jadi.....dimana dikau wahai petis tersayang?

 

Supaya saya nggak nyasar kemana-mana, akhirnya saya mendamparkan diri di toko oleh-oleh yang kelihatannya ramai saja....ambil petis dan segera kabur ke Juanda. Tapi sampai di dalam toko, tetap saja saya bingung dengan banyaknya jenis petis yang dijual, akhirnya ya sudah saya jalan-jalan dulu....ada teripang, timun laut, otot teripang, lidah sapi asap (lidah sapi ternyata panjang betul yaa? Baru tahu saya), berbagai jenis kacang goreng, lorjuk, keripik jamur, berbagai macam keripik udang, ting ting jahe, berbagai macam kerupuk, ..... dan tiba-tiba pandangan saya tertuju ke bungkusan plastik yang rasanya saya kenal.....

 

”Lhaa...ini khan permen Sarsaparilla saya dulu”.....kata saya membatin dengan agak heran....”Ternyata masih ada, thoo....” Saya bolak balik bungkusan itu dengan masih tidak yakin.

Permen berbentuk elips itu dibungkus dengan kertas membentuk tabung elips panjang. Gambar kepala suku Indian-nya masih saya kenal...Gradasi warna orange, merah, biru dan kuningnya juga menguatkan saya bahwa ini permen masa SD saya dulu...apalagi tulisan Sin A (dibaca Sina...) ...waah ya betul....ini permen Sarsaparilla saya dulu.....Walaah masih ada thoo....Batin saya dengan campuran antara heran, kaget dan bahagia........

 

Walah....permen Sarsaparilla.....Bukan main. Dulu itu....permen ini adalah favorit saya… Di jaman  masih sepi banjir snack seperti sekarang, walah permen ini termasuk barang mewah di lingkungan saya. Saya ingat, dulu selain sarsaparilla ini, ada lagi permen kopi dan permen jeruk produksi Sin A juga ( Sin A ini kepanjangan dari Sindhu Amritha, nama pabrik permen di Pasuruan sana). Selain permen manis ini, saya ingat juga, dulu ada permen coklat jam JAGO dan permen coklat berbungkus putih dengan merk....saya lupa....tapi saya ingat betul ada tulisan FULL CREAM berwarna biru.....

 

Permen Sarsaparilla? Rasanya gimana sih? Hmm...rasanya seperti root beer  atau Coca Cola tapi tidak terlalu manis. Enak dan unik rasanya....  Saya tanya ke mbak penjaga, ”Berapa harganya?” Si mbak menjawab ” Enam ribu rupiah, pak.......” 

” Hohoho....sebungkus isi 10 batang, harganya enam ribu rupiah?” kata saya dalam hati. Masih murah juga, ya? Dulu, kalau saya nggak salah ingat, harganya sekitar 25 atau 20 rupiah di tahun 80-an.....Saya tanyakan juga permen kopi dan permen jeruk ke mbak penjaga itu. Tapi stok lagi kosong, katanya.

 

Gara-gara Sarsaparilla itu, misi saya gagal total..... Setelah sampai rumah dan oleh-oleh dibongkar, baru ketahuan si petis Sidoarjo tersayang lupa dimasukkan tas belanjaan......


ddd
dThumbnaild
ddd
Tanggal 19 Jauari lalu, saya agak gimanaa... gitu karena biasanya Sabtu atau Minggu saya 'bergairah' karena pasti ada acara nggenjot bareng teman2 TCC. Lhaa tanggal 19 itu saya terjebak di Surabaya tanpa sepeda.
Akhirnya, saya putuskan ke kota masa-masa indah saya (hehehe) : MALANG.
Singkat cerita, saya sampai di rumah saudara di Malang, disambut keponakan yang Audzubillah semakin gemuk dan saudara2 yang beberapa abad tidak basuo, hehehe...
Lhadalah....waktu masuk garasi, pandangan saya terpaku pada sebiji Tyrano dan sebiji Hybrid Heizz (semoga salah nulisnya, hihihi...), wah rasanya seperti nemu emas beberapa puluh gram.....Wah, ternyata mas ipar saya keracunan sepeda waktu nyoba sepeda saya di Bogor dulu....
Minggu subuh, saya bangun dengan semangat '45 karena semalam diimingi trek Bedengan yang katanya maknyus nanjaknya....
Berhubung saya nggak bawa seluruh peralatan sepedaan, akhirnya beberapa part saya pinjam dari mas ipar dan keponakan, hehehe....
5.30 pas, kami start . Berdua saja.... Rute yang dipilih, pun 90% on road karena mempertimbangkan sepeda hyrid Heizz tadi....Tapi ini on road yang mantap nanjaknya dan bersih udaranya...nggak seperti Sukamantri...
Kami lewat jalan kecil beraspal bagus di sebelah rumah....rute pertama langsung turun tajam mak wuss.....tapi jangan salah....itu satu satunya turunan sebelum tanjakan tiada habis....menuju Perkemahan Bedengan...
Satu - satu landscape hijau - indah tersaji di depan mata....Gunung Arjuno , Perbukitan Panderman, Putri Tidur, Gunung Kawi..... Pagi yang indah... Sinar matahari yang hangat - hangat diselimuti udara yang dingin.....Hmmm....Apa yang lebih indah selain hal ini?
Tanjakan demi tanjakan dilewati dengan antusias...Sempat ada penanda TCC JALAN TERUS.....hehehe
Sampailah saya di daerah Petung Sewu, daerah perkebunan jeruk di kaki pegunungan Panderman....Sayang, jeruknya baru layak petik sebulan lagi...Hiks..
Setelah melewati turunan panjang, akhirnya saya sampai di Bedengan. Daerah ini ditandai dengan pohon-pohon pinus dan sungai berair sangat jernih. Bersih dan adem.....Hmmm....dan landscape yang sangat memikat....
Dikejauhan, sebelah kanan terlihat Gunung Semeru yang mengepulkan asap dari puncak Mahamerunya , sebelah kiri, terlihat Gunung Arjuna dan Welirang....ditengah-tengah, terhampar kota Malang yang semakin berat menanggung beban ekspansi perumahan dan ruko yang serakah...
Dengan enggan, saya meninggalkan Bedengan ini....kalau tadi nanjak, sekarang full turuuuuun....kecepatan sepeda mungkin bisa sampai 60 - 65 km. Angin dingin berkesiuran ditelinga, wuuzzz - wuuzzz...
Mendekati akhir turunan, saya berpapasan dengan banyak genjoter yang mulai naik....ada 2 - 3 rombongan dengan sekitar 10 genjoter tiap rombongan....sampai di suatu warung, saya berhenti karena ada yang memanggil saudara saya....
Ternyata yang ngumpul adalah pak dosen doktor dan profesor yang rutin nggenjot ke sekitar Bedengan sini.... Sampun sepuh - sepuh (sudah tua-tua), tapi semangatnya bikin malu yang muda-muda....Heibatt....
Di warung itu juga, ada masakan yang membangkitkan nostalgia masa kecil saya : nasi empog (nasi jagung) dengan bandeng goreng dan sambal jeruk...ada apetizer pisang goreng gede-gede maknyus dan teh nasgitel....dinikmati sambil memandangi sawah terasiring dielus angin dingin pegunungan ......semilir......

KEBAHAGIAAN, KADANG TIMBUL DARI HAL-HAL SEDERHANA, saudaraku....

Blog EntryMengenang Ramadhan...Sep 12, '07 1:02 AM
for everyone

Setiap memasuki bulan Ramadhan  ’dirantau’ ini,  saya selalu ingat masa-masa menjalankan ibadah puasa di kampung halaman, berpuluh tahun yang lalu....

Waktu itu saya masih SD kelas 3 atau 4.

Saya ingat, waktu itu saya punya  ’gank’, sekitar 5 orang sebaya. Karena saya itu paling tua diantara yang lain (selisih 1 tahun), jadilah saya ketua ’gank’ tanpa  AD- ART dan tanpa anggaran.

Hari pertama puasa, adalah hari-hari terberat bagi kami. Apalagi kalau menjelang siang jam 1.00.  Haus dan lapar. Kalau sudah begitu, kompak suara bulat, kami segera berlari ke sungai yang tidak jauh dari rumah – waktu itu lingkungan kami masih dikelilingi sawah, dekat pantai dan dekat sungai yang airnya masih bening -  dan berendam sampai sore, hahaha...

Saya ingat, puasa waktu itu identik dengan liburan panjang, 1,5 bulan penuh.  Apalagi kegiatan kami kalau bukan bermain sepuasnya.

Persiapan menyambut Ramadhan kami waktu itu adalah membuat meriam karbit dibelakang rumah. Meriam karbit itu dibuat dari kaleng-kaleng bekas seukuran kaleng susu Dancow yang dilubangi , dijajar membentuk pipa dan ditanam membentuk gundukan di tanah. Perlu kejelian untuk mengatur sudut kemiringan meriam karbit itu supaya bunyinya  mantap dan ’bulat’. Upacara ’penembakan’ pertama, dimulai sebelum tarawih pertama, setelah ada pengumuman resmi memasuki bulan Ramadhan. Karbit-karbit seukuran ujung jempol yang direndam minyak tanah, air dan lampu minyak disiapkan sebelumnya. Pas setelah pengumuman dari Masjid selesai, meriam-meriam karbit  itu langsung dinyalahkan. Suaranya?  Mak bleeeng, gitu...dan itu nggak hanya sekali...Wong namanya nyerempet bahaya, ya tentu saja ada insiden...misalnya bulu mata atau alis yang terbakar...

Kegiatan lain adalah sepedaan sepuasnya keliling kampung atau kalau nggak ke pantai, no helm, no sepatu yang penting tancap. Belum kenal istilah single trek atau apapun, lha wong sepedanya saja sepeda mini gundul...

Acara yang lain adalah main petasan. Main petasan baru diakui jago kalau yang main itu berani memegang petasan di bagian ujungnya dan baru dilemparkan setelah sumbunya tinggal bersisa sekian milimeter ? Akibatnya kalau terlambat ?  Beberapa jari yang bengkak matang, hehehe...


Penutup segala keributan sepanjang hari itu adalah saat berbuka. Apakah masakan paling enak di dunia kalau bukan masakan ibu? Hmm, putu mayangnya enak sekali, belum lagi sambel tempe penyet, waaah mantap  habis....



Sumber :TabloidNova.com

Setelah itu kami Tarawih...setelah tarawih main lagi...dan jam 10.00 pulang setelah sebelumnya janjian ngumpul jam 1.00 pagi untuk ’nggugah sahur’....

 

Alhamdulillah...saya masih mengalami masa-masa kecil yang natural dan ’bersih’....

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help