SEBAGIAN BAB DARI BUKU KEHIDUPAN.......

Muhammad's posts with tag: puisi

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag puisi
Blog EntryPEREMPUAN ITU ADALAH IBUKUJun 16, '08 8:39 PM
for everyone
                                                                  

                                                                 
Arifin C. Noer                   

Perempuan yang bernama kesabaran
pabila malam menutup pintu - pintu rumah
masih saja ia duduk menjaga
anak - anak yang sedang gelisah dalam tidurnya

Perempuan itu adalah ibuku

Perempuan yang menangguhkan segalanya
bagi impian - impian yang mendatang. Telah
          memaafkan
setiap dosa dan kenakalan
anak - anak sepanjang zaman

Perempuan itu adalah ibuku

Bagi siapa Tuhan menerbitkan
matahari surga. Bagi siapa Tuhan memberikan
singgasanaNya. Dan dengan segala ketulusan
ia membasuh setiap niat busuk anak - anaknya

Dia adalah ibu


Sastra, No. 4, Th. VII, April 1969
(
Dikutip dari :  TONGGAK 3 )

Foto dari :  http://www.pbase.com/image/25481309


Ada kesalahan up load, terpaksa yang tadi diposting ditarik dulu....Silahkan di download ulang. Sekarang sudah dilengkapi lirik. Ditanggung 'merinding'......

AKU INGIN

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
10 aku Ingin Ari Reda Becoming Dew   

Blog EntryMengenang Toto Sudarto BahtiarOct 9, '07 3:29 AM
for everyone
TENTANG KEMERDEKAAN

Kemerdekaan ialah tanah air dan laut semua suara
janganlah takut kepadanya

Kemerdekaan ialah tanah air penyair dan pengembara
janganlah takut padanya

Kemerdekaan ialah cinta salih yang mesra
Bawalah daku kepadanya


Zaman Baru,

No. 11- 12

20 - 30 Agustus 1957


          IBU KOTA SENJA

Penghidupan sehari-hari, kehidupan sehari-hari
Antara kuli-kuli berdaki dan perempuan telanjang mandi
Di sungai kesayangan, o, kota kekasih
Klakson oto dan lonceng trem saing-menyaingi
Udara menekan berat di atas jalan panjang berkelokan

Gedung-gedung dan kepala mengabur dalam senja
Mengarungi dan layung-layung membara di langit barat daya
0, kota kekasih
Tekankan aku pada pusat hatimu
Di tengah-tengah kesibukanmu dan penderitaanmu

Aku seperti mimpi, bulan putih di lautan awan belia
Sumber-sumber yang murni terpendam
Senantiasa diselaputi bumi keabuan
Dan tangan serta kata menahan napas lepas bebas
Menunggu waktu mengangkut maut

Aku tiada tahu apa-apa, di luar yang sederhana
Nyanyian-nyanyian kesenduan yang bercanda kesedihan
Menunggu waktu keteduhan terlanggar di pintu dinihari
Serta keabadian mimpi-mimpi manusia

Klakson dan lonceng bunyi bergiliran
Dalam penghidupan sehari-hari, kehidupan sehari-hari
Antara kuli-kuli yang kembali
Dan perempuan mendaki tepi sungai kesayangan
 

Serta anak-anak berenangan tertawa tak berdosa
Di bawah bayangan samar istana kejang
Layung-layung senja melambung hilang
Dalam hitam malam menjulur tergesa

Sumber-sumber murni menetap terpendam
Senantiasa diselaputi bumi keabuan
Serta senjata dan tangan menahan napas lepas bebas
O, kota kekasih setelah senja
Kota kediamanku, kota kerinduanku


 
         Memahami Puisi, 1995
         Mursal Esten

Sebuah kabar duka menghampiri saya siang ini. Ia telah mendahului kita menghadapNYA. Semoga Tuhan memberi tempat terbaik di sisiNYA

Ini sedikit biodata beliau :

Toto Sudarto Bachtiar dilahirkan di Cirebon, Jawa Barat, 12 Oktober 1929. Penyair yang dikenal dengan dua kumpulan puisinya: Suara (1956; memenangkan Hadiah Sastra BMKN 1957) dan Etsa (1958) ini, juga dikenal sebagai penerjemah yang produktif. Karya-karya terjemahannya antara lain: Pelacur (1954; Jean Paul Sartre), Sulaiman yang Agung (1958; Harold Lamb), Bunglon (1965; Anton Chekov, et.al.), Bayangan Memudar (1975; Breton de Nijs, diterjemahkan bersama Sugiarta Sriwibawa), Pertempuran Penghabisan (1976; Ernest Hemingway), Sanyasi (1979; Rabindranath Tagore).



Blog EntryTidur dan TelagaOct 9, '07 3:01 AM
for everyone


TIDUR

terkadang ada yang mendatangimu diam - diam, menatapmu dan menghitung-hitung harimu, menyentuh matamu, hidungmu, lidahmu dan mulutmu serta melihat hatimu,
ada yang melihatmu dan engkau tidak melihatnya...


TELAGA

Aku berkaca pada telaga luas dan aku melihat diriku yang menatapku. Siapakah aku? Seperti halnya adalah siapakah dirimu.
Aku berkaca pada telaga luas dan aku melihat temaram subuh..
Aku berkaca pada telaga luas dan aku membayangkan temaram malam...
Di telaga ini aku juga melihat dunia...


Blog EntryPuisi bagus oleh Dino F. UmahukOct 8, '07 6:44 AM
for everyone
Masih Saja Kau Bertanya Tentang Rindu

Kerinduanku padamu adalah  rindu camar-camar pulang
saat matahari tenggelam di sisi laut
Bait-bait pusimu tersapu ombak
Sebentar basah sebentar lembut
Pasir-pasir menghempaskan ombak, sembilu

Jangan kau mengira hatiku tak ingin dibawa ke tempat
kau ingin
Bermil-mil jarak yang menghitamkan waktu semakin
mematikan rindu
Lalu bagaimana aku akan hidup satu hari lagi
Bila antara datang dan pergimu tak ada sedikitpun
peluit sebagai tanda

  Banda Aceh, 8 Oktober 2007


Blog EntryLove Song oleh Maria Rilke Oct 4, '07 6:04 AM
for everyone
Love Song
by Rainier Maria Rilke

How shall I hold my soul so it does not
touch on yours. How shall I lift it
over you to other things?
Ah, willingly I'd store it away
with some lost thing in the dark,
in some strange still place, that
does not tremble when your depths tremble.
But all that touches us, you and me,
takes us, together, like the stroke of a bow,
that draws one chord out of the two strings.


Hasil terjemahan Hasan Aspahani :

Bagaimana mesti kesentuh jiwaku, tanpa
tersentuh juga jiwamu? Bagaimana bisa kucampakkan
hatiku padamu? Lalu berpaling ke arah lain?
Ah, inginnya kusimpan saja jiwaku
di gelap itu, bersama yang dulu pernah hilang,
di tempat yang masih terasa asing,
yang tak merasa getar, saat engkau mengigil.
Tapi segala yang menyentuh kita, kau-aku,
merengkuh kita, bersama, bagai tali busur,
yang memainkan dua senar pada satu irama.
Kita ini, senar pada alat musik apa?
Kita ini, siapa pemusik melagukannya?

Oh, lagu yang teramat manis.

On what instrument are we strung?
And what artist has us in their hand?
O sweet song.

Blog EntryMengeja Hadir TuhanOct 3, '07 7:30 AM
for everyone

Mengeja Hadir Tuhan

 

Tuhan pernah punya banyak nama di bumi tak banyak musim ini

masa itu, rumah Tuhan bertebaran di gerak dan tidur penyebutnya

sebagian mereka salah sebut dan kurang huruf kala mengeja nama Tuhan

tapi Tuhan enggan berang pada tabiat lidah yang menyebut nama-Nya

 

Tuhan pernah begitu ramah bentuk di bumi tak banyak musim ini

masa itu, Tuhan ada di air dan daging buah serta tubuh tanah penyebutnya

sebagian mereka ceroboh menggigit dan culas mengunyah kala Tuhan dermawan

tapi Tuhan senyum paham pada ratapan sekedar lapar yang bersumpah di nama-Nya

 

Tuhan pernah mudah ditatap dan gampang dieja di bumi tak banyak musim ini

tapi sekarang dimana Tuhan itu bersembunyi ?

 

 

*ciputat  081006  21:46

Tamuku, si Ramadhan

 

Selepas petang Ramadhan mengunjungiku. Dia luapkan pandangan takjub pada ujung anak lidahku. Batang kerongkonganku kaku serupa lambung waktu yang berhenti mencerna yang dikunyah mata. Kami berhenti berujar juga saling mempersilahkan. Seharusnya tak layak seperti ini, karena orang tua kami teman sebuaian.

 

Tetapi, demikianlah. Di sepanjang kunjungan dia, mataku masih tercagak kagum, atau apa. Mulutku terganjal desis takjub, atau apa. Begitu seterusnya hingga pinggan waktu retak pun Ramadhan beranjak.

 

Di atas meja sepadasan air dari simpanan batang betung yang dia bawa, abai merembesi pencernaan fikir dan hatiku.

 

*ciputat  041006   21:30



Berjalan dengan Ramadhan

 
zikirku terasa begitu panjang

setiap basah lidah satu ucapan

kau berlari dalam jarak tak berbayang

dan gelontoran tubuhku terjatuh di banyak halaman

 

air mataku pun tertampung di ratusan kendi

ketika pintu-pintu indraku kau belalakkan

satu persatu ruh harus kunikmati sendiri

dan jutaan nama membunuhku pada tiap tegukan

 

aku berjalan dengan Ramadhan

kami beriringan tapi saling diam

 
*ciputat 27-300906  22:25

Di Rahim Ramadhan

 

di rahim Ramadhan  akulah janin tanpa tulang

bergelayut terikat di dindingnya dalam cahaya tanpa bayang

di rahimnya ia abaikan busuk kejadianku dari tirakat laku sumbang

dan dimandikannya aku dengan darah dari madu sang pemilik tembang

 

 

*ciputat  081006   21:53


Berbahasa dengan Ramadhan

 
dengan bahasa darah Ramadhan ajarkan aku makna cinta

tanpa alinea dan tanda baca dia kisahkan penjelmaan hidupnya

ketika kehinaan kejadian berubah rupa

berupa kepatuhan meletakkan jutaan sel pada lintasan yang sudah ditata

 

dengan bahasa darah inilah cinta yang Ramadhan ajarkan

     "nyanyian nafas itu bak banyak tembang yang diselaraskan."

 

*ciputat 290906  22:33




Puasa Di Hari ke-100

:- 119 hari setelah 27 Mei 2006

 
 

/Tarawih

 

tarawih malam ini menjamuku di beranda Ramadhan

dia sisihkan sesajadah ruang untukku

di antara puing banyak nama

kemudian kami bercerita berabad rakaat

kami bertukar zikir juga berabad rakaat

 

ketika tarawih lunglai dihitungan sujud

witir menyambutku dari ruang tamu Ramadhan

ada wangi kanthil terhiduku begitu keras..

 

 

/Sahur

 

sepotong telegram

mendatangiku tadi malam

setengah memaksa

dia bujuk aku membuatnya tanpa busana

 

di pinggir nyawaku

dia berbisik ...

 

"aku dan mbokmu ndak sahur di rumah titik bapakmu"

 

 

/Berbuka

 

Ya AlLaah, aku berbuka setelah kujaga puasa mataku

dari perih pada amben mak yang kosong

dari perih di sorjan bapak yang kehilangan tuan

dari perih papan dakon jeng Sri yang kesepian

 

Ya AlLaah, aku berbuka setelah kubentengi puasa mulutku

dari tirisan air sumur kami yang tertutup nisan

dari lumatan gandul kami yang memerah di laut

dari manis nasi yang amblas di lumbung bumi

 

Ya AlLaah, aku berbuka setelah kupagar puasa telingaku

dari nyanyian shalawat bayi-bayi kami yang menyambangiMu

dari kidung asmaradhana para mempelai yang bersanding di langit

dari gendhing tanpa bonang para resi yang tersedak namaMu

 

Ya AlLaah, terima puasaku dan izinkan aku berbuka..

 

 

*ciputat  230906 – 240906  22:52
-------------------------
penuhi hatiku dengan-MU
http://pakcik-ahmad.net

Blog EntryDalam Rengkuhan Ramadhan.....Oct 3, '07 6:37 AM
for everyone
MISBACH

ELEGI SENJA
 
gugusan mega mengarak senja yang terus bertanya-tanya tentang jalan yang Kau bentang sebagai sajadah untuk sujud di tepi-tepi waktu di gigir-gigir beku yang menggigilkan kedirianku yang melayah rendah mendekati sarangMU
 
matahari yang tunduk, setinggi ujung kaki yang menekuk, menekuri gerbang petangMU, dan sayapku terus saja memukuli udara mencari pijakan kata untuk menambatkan luka yang menganga di dadaku.
 
aku mencariMU! aku mencariMU!
 
jakarta, 3 oktober 2007




KIDUNG DINIHARI
 
dini hari yang dingin lindap dalam bayang kabut saat jutaan sujud larut dalam hening bening mataMu. aku terjaga digulung gelombang cahaya. keringatMu memendar di angkasa. Inikah seribu bulan yang dijanjikan? 
 
simpul-simpul waktu tergerai, tak ada detak jam dan angka kalender. hanya namaMu. hanya namaMu. dan aku terus menyeru-nyeru
 
jakarta, 3 oktober 2007







Blog EntryJabberwocky : Susahnya PenerjemahanOct 2, '07 9:37 PM
for everyone
'Twas brillig, and the slithy toves
Did gyre and gimble in the wabe:
All mimsy were the borogoves,
And the mome raths outgrabe.

"Beware the Jabberwock, my son!
The jaws that bite, the claws that catch!
Beware the Jubjub bird, and shun
The frumious Bandersnatch!"

He took his vorpal sword in hand:
Long time the manxome foe he sought-
So rested he by the Tumtum tree,
And stood awhile in thought.

And, as in uffish thought he stood,
The Jabberwock, with eyes of flame,
Came whiffling through the tulgey wood,
And burbled as it came!

One, two! One, two! And through and through
The vorpal blade went snicker-snack!
He left it dead, and with its head
He went galumphing back.

"And hast thou slain the Jabberwock?
Come to my arms, my beamish boy!
O frabjous day! Callooh! Callay!"
He chortled in his joy.

'Twas brillig, and the slithy toves
Did gyre and gimble in the wabe:
All mimsy were the borogoves,
And the mome raths outgrabe.

Lewis Caroll ((January 27, 1832 - January 14, 1898,
 http://en.wikipedia.org/wiki/Lewis_Carroll) menulis puisi ini pada
tahun  1871, sebagai bagian dari novelnya berjudul "Through the
Looking-Glass, and What Alice Found There"

Jabberwocky adalah puisi yang telah diterjemahkan ke sekitar 58
terjemahan dalam 29 bahasa.



Blog EntryThe TreesOct 2, '07 1:53 AM
for everyone

The trees are coming into leaf
Like something almost being said;
The recent buds relax and spread,
Their greenness is a kind of grief.

Is it that they are born again
And we grow old? No, they die too,
Their yearly trick of looking new
Is written down in rings of grain.

Yet still the unresting castles thresh
In fullgrown thickness every May.
Last year is dead, they seem to say,
Begin afresh, afresh, afresh.

Poem by Philip Larkin
Photo by Oliver Bruning

Blog EntryA MOMENT'S INTERLUDESep 28, '07 6:40 AM
for everyone

One night I wandered alone from my comrades' huts;
The grasshoppers chirped softly
In the warm misty evening;
Bracken fronds beckoned from the darkness
With exquisite frail green fingers;
The tree gods muttered affectionately about me,
And from the distance came the grumble of a kindly train.

I was so happy to be alone,
So full of love for the great speechless earth,
That I could have laid my cheek in the wet grasses
And caressed with my lips the hard sinewy body
Of Earth, the cherishing mistress of bitter lovers.


Poetry of:
Richard Aldington

Lukisan oleh pelukis Swedia, Johan Krouthén

Salah satu puisi favorit saya......
03 Hujan Bulan Juni Ari Reda Becoming Dew   

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help